Thursday, May 6, 2010

kasihan sekali kamu...

hey kamu,

saya marah sekali sebenarnya...bukan karena kamu meremove saya dari friendlist...bukann...saya tidak sederajat dengan kamu dalam hal kekanak-kanakan semacam itu. saya marah karena kamu sama sekali tidak merasa bahwa kamu sudah menyakiti banyak orang tapi masih merasa tidak berdosa. saya marah karena saya tahu bagaimana sahabat saya begitu menyayangi kamu, begitu banyak berkorban untuk kamu. tapi dalam hubungan itu tampaknya kamu hanya melihat 'kamu dan apa yang dia lakukan kepada kamu'...kamu hanya melihat rasa sakit kamu. kamu bilang saya teman...jangan mimpi kamu..saya berteman dengan kamu karena sahabat saya...hanya karena dia. jadi ketika kamu menghapus saya dari rantai pertemanan mu, saya tidak merugi apa-apa.

hey kamu

saya belajar dari kamu, mulai hari ini saya akan berhenti merasa tersakiti. saya tidak mau menjadi menyedihkan, mengasihani diri sendiri. saya akan mengingat apa yang sudah saya perbuat kepada orang lain, yang baik dan yang buruk. lalu saya akan mengingat kamu dan mengasihani kamu.

hey, kamu

kamu bilang saya tidak bisa menilai rasa sakit? sepertinya justru saya yang lebih tahu. rasa sakit apa yang kamu tahu? sudah semua kah? tapi saya belajar dari kamu, saya akan membuangnya satu persatu, dan nanti ketika saya sudah bahagia, saya akan mengingat kamu dan mengasihani kamu...

Thursday, April 15, 2010

lia, endah, omen and pupuu....

'What's in a name? that which we call a rose, by any other name would smell as sweet'

if shakespeare told that to my face...i would personally say 'sir, if that sentence was stated by some random person named paijo, i doubted it would be worth to be quoted'...because it was shakespeare's that gave the sentence values...because eventually names do means a lot. at least to me, names attached to my being have stated many process and emotional meanings..they are not just names.

Lia,
lia is the first born...lia is the reason of many things....
because lia was there before,she was the reason daddy and mommy tied the knot. lia was the reason daddy dreamt of a better future. lia was his first bestfriend. lia was less-loved granddaughter....lia was the reason granny hated mommy...she was her mother's only happiness . but lia is always been grateful for she's been blessed by surviving parents and a sweet sister. lia is gifted with pain and rejection that brought her to different stage of life. lia is a survivor.

Endah,
endah is the dreamer...endah is the strong-willed..but she did not have many friends...she was never in the group...she was just the outsider..the geek...the ugly duck. but endah was the reason omen lived.

Omen,
omen is all about fun. omen stands out. omen is hillarious and for that reason, omen is rarely lonely.omen is a part of everybody's lives, she's one of the dummies, the bestfriend, the wingman, the sister, the keeper. and for those reasons, she sheds tear less than lia and endah. omen is a happy being.

Pupuu,
pupuu is the girlfriend...the loved one he said. puu moves from is to was for her boyfriend decided to take away the name. a price to pay for puu asked to be the only girl having a pet-name, but then lost it anyway. and puu is mourning over this..for she's no longer pupuu...that special name has taken away..that special identity.

dear mr.shakespeare, i do believe a rose by any other name would smell as sweet, but it won't mean that beautiful. names carry much more than that. at least for me...how else can you explain the pain of losing a pet-name?

Wednesday, March 31, 2010

pamrih...

ibu,
hari ini seseorang meminta bantuan kecil padaku....orang ini, ibu, pernah berkata kepada kekasihku mengapa tak ia pilih wanita yang lebih cantik. aku sakit hati bukan main...aku merasa buruk...merasa tak layak...dan sakit hatiku, ibu karena orang ini membuatku merasa seperti ini. tentu saja semua orang berhak berpendapat...tapi...tak bisakah ia melontarkannya kepada orang lain? lalu hari ini dia datang padaku ibu...bukan pertolongan besar memang yang ia minta, dan aku bisa saja mengabaikannya. ibu, masalahnya adalah aku ingin sekali mengabaikannya..mengambil PAMRIH bahwa aku hanya akan menolong mereka yang baik kepadaku saja. tapi tak pernah ibu ajarkan padaku bagaimana menolak orang yang mengetuk pintu. karena ibu, aku tolong orang itu.

ibu,
karena ibu, aku menerima kembali orang-orang itu. karena ibu pernah berkata 'lebih baik punya banyak teman'. ahh ibu seandainya kau tahu, mereka yang mengesampingkanku. aku pernah sangat ingin marah, mengapa tak mereka coba menghubungiku..mengapa harus aku. tak seberhargakah itu peranku dalam hidup mereka? seagung itukah mereka menilai diri mereka dihadapanku? tapi ibu, kau yang selalu mengajariku untuk memberi salam kepada mereka yang bahkan tak ingin melihatku, kau yang mengajariku mensyukuri sensasi menerima ketika aku memberi. ibu, aku masih percaya...masih sangat percaya...jejak-jejak nilai yang kau ajarkan kepadaku ini akan membawaku ke hidup yang lebih baik.

aku tidak akan berhitung, ibu ... biar saja apa yang kuperbuat kepada orang lain menguap. biar saja teman-temanku itu lupa aku pernah berada disana... nanti jika batin ini tidak kuat menahan riak, seperti yang selalu kau ajarkan...'sing sabar, mbak'...

Tuesday, March 23, 2010

Sayangku, jika kamu saja hanya mencintaiku saat aku tidak menyebalkan...lalu siapa yang akan menerimaku pulang ketika semua orang tidak lagi ingin berdekatan denganku?

Friday, March 12, 2010

ahh romantis sekali...

saya sedang tersenyum-senyum sendiri membaca status seorang teman di facebooknya...

'terima kasih hyamikuuu....perjuanganmu utk ke sini dengan mengejar kereta pagi -yg sudah jalan- sungguh romantisss....i makin lup uuuu...:-*'

romantis sekali...saya melihat awal hubungan mereka, dan masih sangat bahagia mendengar akhirnya mereka menikah meskipun tetap bergumul dengan jarak.

semoga selalu bahagia, nur. semoga kebahagiaan itu menjadi milikku juga...

Sunday, March 7, 2010

saya takut lapar...

Ada satu ingatan yang sampai hari ini masih terasa nyeri bila tiba-tiba mendatangi kepala ini. Waktu itu saya masih sangat kecil,suatu malam,adik saya menangis minta susu.saya pun terbangun,ibu saya lalu bergegas pergi ke dapur..tapi dia kembali tanpa sebotol susu. Tapi matanya tampak berkaca-kaca.ia berkata supaya saya memakai baju hangat saya,lalu saya tanya akan pergi kemana memangnya.dia cuma menjawab akan mencari susu.mungkin anda bertanya,kemana ayah saya. Dia malam itu sedang sekolah,selain sebagai seorang pegawai negeri dgn golongan yg masih rendah,setiap malam dia juga melanjutkan sekolahnya.supaya bisa memperbaiki taraf hidup katanya.
Ahh ya lelaki itu sudah berjuang semampunya.yang saya ingat malam itu,saya menggenggam tangan ibu saya sementara adik saya di gendongannya.kami berjalan jauhh sekali sampai akhirnya kami tiba di rumah org yang sampai hari ini juga saya panggil ibu.dia adalah orang yang mengasuh ibu saya dari kecil..yang juga memberi saya keluarga lain. Ibu saya memeluk dia begitu sampai.menangis.dia bilang dia mau minta susu. Tiba2 ibu tua ini menciumi saya sambil menangis.dia bertanya apa saya lapar.saya bilang iya,lalu dia bawa saya ke dapur,disuruhnya saya makan.dia ambil beberapa sachet susu sample lalu diberikan kepada ibu saya dengan air mata bercucuran.dia bilang klo nanti habis,dia akan ambilkan lagi.saya menangis.tiba2 saya tidak merasa lapar lagi.sampai hari ini,bahkan ketika saya mampu membeli makanan semahal apapun,setiap merasa lapar dan tidak dapat makan,saya ingin menangis.saya ingat bahwa rasa lapar ini pernah membuat ibu saya berjalan bermil-mil jauhnya.lalu saya akan sangat merindukan ibu dan bapak...dan biasanya akan membuat saya merasa sangat sakit di dalam..sangat sedih. Rasa lapar ini..saya takut...

Tuesday, March 2, 2010

it's not just a call, hon...

in this relationship, i have grown from the most impatient person to the patient one. how can i not be, hon? most relationship i've seen always have something to do with intense communication, but you...you are not that kind of man who checks on his girlfriend every other time. so, when it happens...i'd be the one trying to reach you. how hard could it be, hon, to pick up the phone and dial my number...or if the works have been really consuming, can't you just text me? you see honey, it's not just a call for me...but i've been really exhausted to fight over this.

i don't ask for 24 hours attention...just a call...so i can hear your voice...so i can remind myself that i'm in a relationship that takes care each other. hon, it might be just a call for you. for me, it's you talking to me...it's you watching over me.

have i asked too much in this relationship, hon? is one call too much to ask? haven't you wondered when we're apart of what i do, what i feel, what kind of day i've been through? because i do, hon...that's why i've always been the one calling you out. but you're not that kind of man, aren't you? and because i love you, this call i've been pining on to get from you, i'd keep it here in my heart as a hope. yes, i've been hoping that you will find yourself remembering me in your busy little time and picking up your phone to reach me. it will be not just a call for me, hon...