Friday, July 23, 2010

picture of her

Sweetheart,why do you had her picture?
I'd rather see porn stars in your cell-phone than seeing her face popping up on the screen

only three kind of women that get me intimidated...first one is your exes...the second is previous flings and obsessions and the last one is the infatuated-to-u ones.
And how am I supposed to react when I see her picture in ur cell? You once very liked her...she, who is once told 2 u is prettier, was still in the picture. I am just a woman...something like this...I can't help it...do I have to survive it? Yes, I do...because I love u. And I'm reaching a point where I think I would tolerate anything you've done. Even if you start calling or texting or chatting to someone else regularly...
U can have her picture...but let me cry for this too...cry over the fact that I still feel the pain when that person said she was prettier..

This is me...loving you...maybe not in a perfect and understanding way...but I'm willing to try. So, u can have her pictures or any other girls...I won't be flipped out.I'd keep it inside...locked out.

Monday, July 19, 2010

losing dinda...

i woke up this morning and felt terribly sad...in few hours i would do one of the hardest things to do in life...letting go.

this woman who was just taking off was and still is one of the best buddies i've ever had. it's always sad to see people you knew for years off. and as much as i am so happy to see her having this enourmous chance to study abroad, i have to survive the loss itself. it's not like i won't see her ever again, it's just that she has become part of my everyday-life since i moved to this city. her absence is an emptiness. you know you can always lean on a boyfriend or parents..but best-buddy is a saviour during the rough path. and during my hard times now and then, they have been chips in the puzzle...without one of them, the picture...ummm..i can't even call it a picture.

dinda is one the chips...

i argued all the time with people..even my boyfriend. dinda, somehow, was one of the people i scarcely argued with. dinda is the keeper...a listener, a counselor. a friend like that....you don't see quite often. when people expect me to call first, to ask them out first....dinda didn't mind to be the one to reach out for me. and sometimes, she gave me the chance to be a keeper...a listener...a counselor. for that, i will mourn the absence of a best-buddy like you.
she knew exactly how much pain i've gone through...as much as i knew hers...and that kind of connection is by far the strongest one....when you share pain with other people, you won't forget the feeling of being not-lonely.

'i hope you well...and whereever it is this road leads you too...i hope it's somewhere beautiful with lots of certainty and happiness. until we meet again....'


b.e.s.t.f.r.i.e.n.d t.i.l.l t.h.e e.n.d

Saturday, June 26, 2010

ibu...

Jika ada perempuan yang membuat saya bisa menangis keras,itu mungkin adalah ibu saya.malam ini pun saya sedang menangisi hidupnya yang kian sepi.

Ibu saya ini sudah piatu sejak kecil,tinggal jAuh dari ayahnya yang sudah beristri baru.menumpang tinggal di tempat bibinya,bersekolah sampai sd lalu bekerja.ia mulai dari bawah sekali.lalu ia mengenal lelaki,dan seperti kebanyakan wanita yang merasa lelah hidup sendiri,ia menikah. Pun ternyata hidupnya tidak lebih bahagia,si suami mengkhianatinya.dia meminta cerai.

Tidak lama setelah itu,dia mengenal bapak.bertemu dan bercinta meski sang ibu terang2 melarang. 'Wong ndeso' itu sebutan eyang untuk ibu waktu itu. Tapi mereka tetap memaksa menikah.lalu saya lahir. Setelah hampir gugur karna ibu jatuh dari bus kota.pernah juga diserempet bus waktu hamil saya. Benar-benar ingin hidup mungkin saya waktu itu.

Seingat saya,ibu saya sering menangis setiap saya sakit. Lalu pasti saya bisa lihat tubuhnya ada memar bekas pukulan atau luka sundutan rokok. Saya cukup mengerti siapa yang sudah melukai ibu saya. Celakanya,saya selalu sakit.jadi ibu saya selalu harus disakiti.tapi ibu saya toh tetap bertahan. Demi saya,itu yang selalu dia bilang.

Ketika bapak selalu menuntut saya untuk punya nilai bagus,ibu adalah satu-satunya orang yang tidak keberatan jika saya hanya jadi anak biasa-biasa saja.bagi dia, yang penting saya bahagia. Sama seperti kenapa dia merestui pilihan saya sekarang. Supaya saya bahagia.

Kenapa saya selalu menangis setiap saya rindu ibu? Itu karna saya tahu,setelah saya pergi ibu tidak punya tempat lagi untuk berkeluh kesah.dia tidak bisa lagi datang ke kamar saya setiap bapak marah,memeluk saya sambil menangis bersama-sama lalu tidur karna saking lelahnya bercerita.

Malam ini saya rindu ibu. Wanita malang itu sedang apa? Bahagiakah dia?

Friday, June 25, 2010

tadi malam...saya tidak mampu menutup mata. sakit dada saya menahan batuk...tapi toh akhirnya selama lebih dari 4 jam saya tidak berhenti terbatuk-batuk sampai menangis nangis. setengah dari airmata saya karna batuk ini, setengahnya karna mengingat rumah. seumur hidup saya, tidak pernah merasa semerana dan sekesepian ini.

saya ini terbiasa sendiri, terbiasa tidak merepotkan orang saat sakit. tapi saya selalu rindu tangan-tangan yang terjulur tanpa diminta. tangan ibu.

dan sampai hari ini, saya selalu sedih tiap sakit. siapa lagi yang akan sepenuh hati merawat saya?

Monday, June 14, 2010

that's why i love you...

saya harus menuliskan ini....
karena saya benar-benar bahagia ketika kamu mengatakannya kepada saya:

'setelah kamu pergi td..saya bilang ke teman2 saya. 'that's my lovely girl, which have brought me some food...which i want to marry with. and i really loved her because of her kindness to me''

saking bahagianya saya sampai mengesampingkan grammatical errors yang kamu buat heheee....that's why i love you, sweetheart..you're a man of few words..but they were usually the right ones.

Wednesday, June 9, 2010

silahkan tertawa....

saya baru saja kembali dari makan siang dengan bungkusan makanan di tangan saya. hendak saya bawa untuk pacar saya yang sedang menunggu di ruangannya. bergegas saya berjalan, pikir saya waktu itu, 'pacarku belum makan siang, jangan sampai dia kelaparan'. sesampainya di ruangannya, demi melihat saya membawa sesuatu untuk dia, teman-temannya mulai berkomentar satu per satu lalu disusul dengan tertawa bersama-sama. lalu ketika saya bilang, 'lihat siapa yang mencintaimu'...mereka seperti melihat badut berakrobat...tertawa mereka sejadi-jadinya! saya keluar dengan menahan nyeri...namun ya beginilah saya, saya pun ikut tertawa. berharap saya bisa merasa sesenang mereka ketika melakukannya. tapi toh saya berbelok ke restroom juga, menangis sejadi-jadinya.

apa yang salah? kenapa saya dipermalukan? kenapa niat tulus saya justru dipandang rendah bahkan ditertawakan? apakah saya serupa pelacur jika saya menyayangi dan mengabdi kepada orang yang saya cintai?apakah terlihat menyedihkan jika saya memang 'cinta mati'?

klo jawaban untuk rentetan pertanyaan itu adalah 'ya' maka silahkan tertawa. tampaknya saya harus melihat diri. nampaknya saya yang harus menghindari kalian.

Monday, May 24, 2010

pelanggan adalah raja...

ketika dulu saya mendengar tag line ini di sebuah restoran, saya berpikir, 'ahh si pemilik pasti tidak mempertimbangkan efek apa yang akan diakibatkan dari rentetan kata-kata tersebut'...bagaimana jika seorang yang dengan tingkat narsisisme tinggi membacanya...ia akan merasa 'besar', merasa sewenang-wenang; meja kurang licin, marah....minuman kurang gula, teriak. saya berpikir demikian karena saya pun mungkin bisa bertindak seperti itu; saya dan ke 'raja' an saya.

tapi baru-baru ini saya merasa bahwa konsumen memang sepatutnya diperlakukan dengan layak. begini ceritanya;

tuan rico mempunyai usaha jasa tailor...dalam sehari ada 5 sampai 10 orang datang ke kios jahitnya di pasar mampang. para pelanggan ini bersedia berpanas-panas atau terkadang berbecek-becek ketika musim hujan untuk menjahitkan baju mereka. sebagian dari mereka yang tidak tahu nominal yang mereka harus bayar untuk satu potong baju dengan ukuran dan model standard akan membayar tanpa menawar, sedang bagi sisanya yang terbiasa berganti-ganti penjahit akan dengan bijaksana menyesuaikan tingkat kesulitan dengan harga dan waktu yang sesuai. lalu tuan rico dan pelanggannya pun bersepakat mengenai harga dan waktu pengambilan jahitan. menurut anda, ketika sudah ada kesepakatan mengenai harga dan waktu, bukankah sudah menjadi kewajiban tuan rico untuk menyelesaikan kewajibannya tepat waktu?

menurut saya, saya dan orang-orang tersebut berhak diutamakan. tapi pada kenyataanya tuan rico tidak memperlakukan saya (dan mungkin beberapa pelanggan lain) dengan layak.

pada waktu yang telah disepakati, saya mengambil jahitan saya. tuan rico bilang dia baru saja mendapat order besar dari Trans TV jadi dia sibuk, maka kain saya itu tidak diprioritaskan (dengan kata lain, karna saya ini pelanggan kelas gurem jadi nanti-nanti saja lah dikerjakan), dia menjanjikan dalam 3 hari akan selesai. saya, pelanggan yang sudah kecewa ini, masih bersabar. saya iyakan tawaran tersebut. 4 hari kemudian saya kembali ke kiosnya, dengan harapan saya bisa membawa pulang baju saya, saya toh sudah memberi kelonggaran 1 hari. ternyata ketika saya sampai tuan rico sedang melayani pelanggan lain, dia suruh saya tunggu. SAYA TUNGGU. namun seraya berbisik, pegawainya berkata 'mbak jangan marah ya, jahitannya belum jadi'

monyet kamprettttt!!!!!! kutuk saya dalam hati. tapi masih saya tahan. saya masih berpikir, tidak baik mematikan rejekinya. saya tunggu sampai tuan riko selesai. begitu selesai, dengan tanpa dosa (minus permintaan maaf) dia bilang kemarin dia sibuk jadi tidak sempat mengerjakan. habis kesabaran saya. ke 'raja' an saya muncrat demi mendengar dia berkata dan mengecilkan saya. saya lontarkan kata-kata ini, 'saya nggak peduli mas mau sibuk, dapet orderan gede dari trans tv, omongan mas yang saya pegang. sudah saya ambil kain saya, uangnya ambil saja!' dan sebelum saya berlalu saya masih sempat menitip nasehat (bukan main pedulinya saya ini) 'besok lagi nggak usah terima orderan kecil klo yang dicari cuma uangnya. yang jelas saya sudah ga percaya lagi sama mas. saya bisa cari penjahit yang bisa dipercaya!'
menurut anda apakah ke 'raja' an saya ini berlebihan? saya rasa tidak. saya toh sudah membayar dengan layak...tuan rico pun sudah setuju. kalau saya menuntut prioritas tentulah wajar. kalau pada kenyataannya tuan rico merasa saya tidak patut didahulukan seharusnya tidak dia terima.

pelanggan adalah raja...karena anda membutuhkan kami-kami ini, bukan sebaliknya. ketika anda menawarkan jasa, anda memang sudah siap menjadi 'pelayan' bagi kami. jadi jangan marah kalau kami sewenang-wenang, jangan marah kalau kami menuntut pelayanan istimewa sesuai dengan apa yang kami bayar. jangan jadi pedagang kalau anda masih pilih-pilih ketika bermanis kata dengan pelanggan. saya berhak dilayani dengan baik meski saya hanya berkaos oblong, sama seperti anda melayani si kemeja rapi. anda tidak pada tempatnya menilai kami, para pelanggan ini. kami yang menilai anda! dan buat saya, tuan rico ini sebaiknya kembali ke kampung saja, membajak sawah. berteman saja dengan kerbau. jangan jadi pedagang.